Pages

 

Jumat, 11 Mei 2012

Bukan butiran debu

0 komentar

Sayang, saat aku penat dengan perkuliahan tak sengaja aku mendengar lagu butiran debu dari hape omet.
Aku ingat seberapa besar cintamu saat masih bersamaku, seberapa luhur kasih sayangmu melebihi kamu menyayangi lingkungan sekitarmu dan dirimu sendiri. Aku tidak pernah akan dapat menahan air mata ini seketika aku mengingat akan hal itu.
Bukan kamu yang berhianat tapi aku.
Sayang, tolong maafkan aku..
Aku tak sanggup bertahan dan menghadapi setiap apa yang berkembang dari pemikiran kita.
Saat aku menyadari begitu banyak kenyataan yang tidak akan sanggup untukku hadapi, sungguh aku sangat menyesal.
Ketakutan untuk menerima apa adanya semua yang kau miliki di dalam dirimu maupun dilingkungan terdekatmu merupakan keegoan terbesar selama aku hidup. Ketika aku dapat menerima semua apa tuhan berikan, dalam hal ini aku malah takut untuk hidup bersama sepanjang rentang usia bersamamu.
Tetapi sayang, setahu aku engkau adalah lelaki terhebat. Engkau bukanlah menjadi butiran debu.

“Lama kau cintaiku ketika kita bersama, berbagi rasa untuk selamanya
Lama kau cinta ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia.
Hingga tiba saatnya engkaupun melihat cintaku yang hianat, cintaku berhianat
Engkau terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, engkau tenggelam dalam lautan luka dalam
Engkau tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, engkau tanpaku butiran debu”

Mengingat semua apa yang telah kau lakukan sepanjang 4 tahun kita pernah bersama  dan mengingat seluruh rasamu membawaku kembali merasakan cintamu yang begitu dalam.
Tetapi sayang, setahu aku engkau adalah lelaki terhebat. Engkau bukanlah menjadi butiran debu
Engkau tidak akan lama terjatuh, engkau tidak akan lama tenggelam.
Engkau dapat menjadikan pengalaman sebagai referensi penguatan emosi.
Engkau dapat memaknai setiap apa yang engkau alami.
Sayang, berbahagialah engkau menjadi pria terhebat bagi kekasih hatimu sampai akhir nafasmu. Sanyang, jadikan mimpi-mimpimu menjadi nyata untuk bahagiakan keluargamu kemudian istri dan jagoan-jagoanmu kelak.
Sayang jadikanlah aku sebagai bagian dari apa yang pernah engkau alami, bukankah aku ini bukan mantan, aku adalah alumni...  dariku engkau bukan dapatkan kesakitan tapi dapatkan pelajaran dan hikmah.. Bye

0 komentar:

Poskan Komentar