Pages

 

Senin, 07 Mei 2012

curhat kasus Bullying yang Engga BAnget

0 komentar

Curhat, bertepatan sekali dengan pembahasan seminar populasi khusus kali ini yaitu tentang kekerasan yang didalamnya terdapat kategori Bullying.
Sebelumnya tidak begitu terkesan materi ini, karena selain saya bertugas sebagai waitress (apalah, itu gening yang nganter-nganterin makanan buat pemateri, peserta dan tamu undangan, serupa dengan wanita yang paling dilirik di hari itu,, ha haa, GeJe) dan sebenarnya yang paling saya nantikan adalah materi selanjutnya yaitu tentang isu-isu seksualitas.
Awal cerita saya tiba dikosan tercinta. Wah, biasanya apapun yang berkaitan dengan kamar mandi saya selalu mendapat ilham disana, dan ternyata setelah saya keluar dari kamar mandi saya baru menyadari bahwa saya telah di Bully. Tapi mungkin karena saya juga tidak terlalu memerhatikan Dr. Ipah Saripah M.Pd dalam menyampaikan materi, saya juga masih kebingunan termasuk kedalam kategori apa jenis bullying yang menimpa saya L . kalo verbal (Tidak). Relasional (Mungkin). Ekeltronik (Jauh banget). Fisik (ngga Banget). Kalo saya boleh menambahkan satu jenis lagi, bolehlah namanya Bullying Kecuekan. (HAH, ?? apa atu yah)... hmmmm
Yang jelas kekerasan ini terjadi beberapa kali, Bullying juga kan terjadi beberapa kali. Menimbulkan efek sakit hati, Bullying juga gitu kan?.... awalnya saya merasa biasa saja dan cenderung membiarkannya.. oya kasusnya belum dijelaskan..
Nama Korban                    : inisial (Y)
Ciri-ciri                                  : cantik, menarik, lucu, imut, tinggi sedang, bulat unyu-unyu dsb
Latar Belakang                   : berasal dari keluarga biasa saja, orangtuanya sebagai pedagang di salah satu pasar terpencil di kabupaten garut, namun tergolong sukses lahir dan batin. Y itu Penyayang, tidak tegaan terhadap orang yang paling dia sayang sehingga dia seringkali di Bully (bisa juga karena Euweuh kawani)
Ilustrasi : Pada awalnya sejak usia SD tingkat atas sekitar kelas 5, 6an. Y dibiasakan oleh orangtuanya membereskan seluruh isi rumah jika sedang libur sekolah, kebiasaan tersebut berlanjut sampai sekarang ia berusia 21 tahun. dia sangat tidak menyukai hal yang berantakan, kotor, bau dll. (Cinta kebersihan). Walaupun trkadang jika tugas sangat menumpuk dan memerlukan waktu ekstra dalam mengerjakannya juga karena aktivitas berliburnya padat maka dia merelakan kamarnya berantakan. Selalu bersyukur dan menerima apa adanya adalah merupakan salah satu kelebihan dia.
Lanjut => kebiasaannya yang selalu menyapu bersih debu di ruanganannya itu ternyata dari awal semester 1 sampai sekarang tidak menular kepada temannya, bayangkan saja Y telah di bully bertahun-tahun tetapi dia tetap sabar dan bertahan. Baik yah Y (bisa jadi sombong). Nah itulah kasusnya.
                Treatmen dari Ahli
                Salah satu treatmen dari narasumber Dr. Ipah Saripah M.Pd yaitu ciptakan pertahanan diri. Katakan pada diri bahwa saya tidak mau di Bully (menyuruh dia beraktifitas seperti yang sudah saya lakukan berkali-kali, malah cape). Kemudian perlihatkan bahwa saya punya kelebihan (La wong saya selalu memperlihatkan KeRajinAn saya setiap waktu). Lalu bagaimana yah.......?
                Treatmen dari calon konselor
Calon konselornya juga bingung, orang dia yang di Bully (calon konselor juga manusia)
                Pandangan umum
                Sebanarnya dia sudah menyadari kelemahannya dalam aspek itu, namun behaviornya yang telah menjadi kebiasaannya dia anggap biasa saja dan tidak menimbulkan efek yang besar, padalah jika kita tinjau lebih jauh ini akan menjadi bad habbit, bahkan akan continue, sampai nanti berumah tangga dan menjadi social modelling bagi anak atau bahkan menjadi significant other bagi anak. Anak akan kebingungan antara teori dengan kenyataan dilapangan yang dinamakan kebingungan sosial. Ini akan terus berefek terhadap habbit, lingkungan keluarga, keintiman bersama pasangan, pola asuh kepada anak (Tapi kalau punya pebantu sih, kayaknya ga terlalu menajdi masalah besar), lalu character educationnya seperti apa?. Okelah tidak usah terlalu berbelit-belit sayapun tidak begitu paham dengan alur pikiran saya ini.. (belibet amat). Kemudian jika ditinjau dari perspektif islam ini sangat berkaitan dengan entah hadits nabi atau firman dalam al-Qur’an yang menyebutkan bahwa Kebersihan adalah sebagian dari Iman. Hal itu yang lebih benar dalam menjelaskan kasus ini.
Mohon maaf apabila ada kesamaan tokoh, ini hanya rekayasa

0 komentar:

Poskan Komentar