Pages

 

Thursday, April 21, 2011

PENGARUH NEGATIVE HUBUNGAN INTERAKSI SOCIAL DALAM KELOMPOK TEMAN SEBAYA (GANG) DI SEKOLAH

0 comments

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG


Sosiologi pendidikan merupakan ilmu yang mempelajari seluruh aspek pendidikan baik struktur, dinamika, masalah- masalah pendidikan atau aspek-aspek lainya secara mendalam melalui analisis atau pendekatan sosiologis. Sedangkan Antropologi adalah studi tentang umat manusia, yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya, dan untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. Sedangkan yang menjadi objek kajian antropologi adalah kebudayaan. Yang ruang lingkupnya
Sekolah merupakan system yang terstruktur, interaksi yang terjadi antar warga sekolah tentu tidak selamanya baik-baik saja, apalagi jika kita melihat fenomena-fenomena yang banyak terjadi di Negara Indonesia menganai perilaku menyimpang remaja di sekolah. Hal ini berpengaruh terhadap system sekolah dan yang paling besar pengaruhnya yaitu terhadap pribadi dan masa depan siswa itu sendiri
Dalam pergaulan remaja, kebutuhan untuk dapat diterima bagi setiap individu merupakan suatu hal yang sangat mutlak sebagai mahluk sosial. Setiap anak yang memasuki usia remaja akan dihadapkan pada permasalahan penyesuaian sosial, yang diantaranya adalah problematika pergaulan teman sebaya. Pembentukan sikap, tingkah laku dan perilaku sosial remaja banyak ditentukan oleh pengaruh lingkungan ataupun teman-teman sebaya.
Dewasa ini banyak terjadi fenomena yang sangat miris terjadi pada remaja-remaja sekolah disekeliling kita, seperti yang dialami salah satu siswi di salah satu SMA Negeri di Garut yang merasakan pengaruh negative dari hubungan interaksi social dalam kelompok teman sebayanya
Dari latar belakang tersebut penulis tertarik untuk membahas pengaruh negative hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya di sekolah

B.     RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang diatas penulis dapat merumuskan masalah dalam pembahasan makalah ini, diantaranya
Bagaimana pengaruh negative hubungan interaksi social dalam kelompok teman sebaya di sekolah ?

C.    TUJUAN PEMBAHASAN

Tujuan diadakannya pembahasan ini adalah untuk mengetahui pengaruh negative negative hubungan interaksi social dalam kelompok teman sebaya di sekolah


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Interaksi Sosial

1.      Pengertian Interaksi social
Interaksi sosial adalah suatu  hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
Interaksi mengandung pengertian hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi  saling mempengaruhi baik positive ataupun negative
2.      Faktor- faktor yang mempengaruhi interaksi social
Menurut Gerungan (2000: 58) faktor- faktor ynag mempengaruhi interaksi sosial yaitu,
a.       Faktor Imitasi : Merupakan dorongan untuk meniru orang lain, misalnya dalam hal tingkah laku, mode pakaian dan lain- lain.
b.      Faktor Sugesti : Yaitu pengaruh psikis, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik dari orang lain.
c.       Faktor identifikasi : Merupakan suatu dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain.
d.      Faktor Simpati : Merupakan suatu perasaan tertarik kepada orang lain. Interaksi sosial yang mendasarkan atas rasa simpati akan jauh lebih mendalam bila dibandingkan hanya berdasarkan sugesti atau imitasi saja.

Jika dorongan untuk meniru oranglain sangat kuat maka ini memungkinkan individu menggunakan interaksinya tersebut untuk melakukan cara apapun agar sama dengan temannya, atau adanya pengaruh-pengaruh negative dari oranglain yang langsung saja diterima tanpa filter yang kuat, dorongan untuk identik dengan oranglain. Interaksi ini akan sangat berpengaruh negative dan sekolah merupakan sumber utama interaksi sosial remaja karena di sekolah mereka bertemu dengan banyak orang seusia mereka.
3.      Bentuk- bentuk Interaksi Sosial
Menurut Park dan Burgess (Santosa,2004:12) bentuk interaksi social dapat berupa:
a.       Kerja sama
Kerja sama ialah suatu bentuk interaksi sosial dimana orang-orang atau kelompok-kelompok bekerja sama Bantu membantu untuk mencapai tujuan bersama. Misal, gotong-royong membersihkan halaman sekolah.
b.      Persaingan
Persaingan adalah suatu bentuk interaksi sosial dimana orang-orang atau kelompok- kelompok berlomba meraih tujuan yang sama. Jika persaingan itu sportif maka ini akan menjadi interaksi yang positive tetapi jika persaingan sudah tidak sehat, akan banyak masalah yang muncul kepermukaan akibat dari persaingan tersebut dan efeknya bisa bermacam-macam
c.       Pertentangan.
Pertentangan adalah bentuk interaksi sosial yang berupa perjuangan yang langsung dan sadar antara orang dengan orang atau kelompok dengan kelompok untuk mencapai tujuan yang sama.
d.      Persesuaian
Persesuaian ialah proses penyesuaian dimana orang-orang atau kelompok- kelompok yang sedang bertentangan bersepakat untuk menyudahi pertentangan tersebut atau setuju untuk mencegah pertentangan yang berlarut- larut dengan melakukan interaksi damai baik bersifat sementara maupun bersifat kekal. Selain itu akomodasi juga mempunyai arti yang lebih luas yaitu, penyesuaian antara orang yang satu dengan orang yang lain, antara seseorang dengan kelompok, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
e.       Perpaduan
Perpaduan adalah suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan, yang ditandai dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara individu atau kelompok. Dan juga merupakan usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
4.      Jenis- jenis Interaksi
Menurut Shaw (Ali,2004: 88) membedakan interaksi dalam menjadi tiga jenis, yaitu:
a.       Interaksi verbal. Interaksi verbal terjadi apabila dua orang atau lebih  melakukan kontak satu sama lain dengan menggunkan alat- alat artikulasi. Prosesnya terjadi dalam saling tukar percakapan satu sama lain.
b.      Interaksi fisik. Interaksi fisik terjadi manakala dua orang atau lebih melakukan kontak dengan menggunakan bahasa- bahasa tubuh.
c.       Interaksi emosional. Interaksi emosional terjadi manalaka individu malakukan kontak satu sama lain dengan melakukan curahan perasaan.


B.     Kelompok Teman Sebaya

1.      Pengertian kelompok teman sebaya
Kelompok adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling berkaitan, berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam perilaku untuk mencapai tujuan bersama. Kelompok teman sebaya adalah kelompok persahabatan yang mempunyai nilai- nilai dan pola hidup sendiri, di mana persahabatan dalam periode teman sebaya penting sekali karena merupakan dasar primer mewujudkan nilai- nilai dalam suatu kontak sosial. Jadi kelompok teman sebaya merupakan media bagi anak untuk mewujudkan nilai- nilai sosial tersendiri dalam melakukan prinsip kerjasama, tanggungjawab dan kompetisi.
2.      Hakekat kelompok teman sebaya
Anak berkembang di dalam dua dunia sosial:
a.       Dunia orang dewasa, yaitu orang tuanya, guru- gurunya dan sebagainya.
b.      Dunia teman sebaya, yaitu sahabat- sahabatnya, kelompok bermain, perkumpulan- perkumpulan.
Setiap kelompok memiliki peraturan- peraturanya sendiri, tersurat maupun tersirat, memiliki tata sosialnya sendiri, mempunyai harapan- harapannya sendiri bagi para anggotanya. Setiap kelompok sebaya juga mempunyai kebiasaan- kebiasaan, tradisi-tradisi, perilaku, bahkan bahasa sendiri. Kelompok sebaya merupakan lembaga sosialisasi yang penting disamping keluarga, sebab kelompok sebaya juga turut serta mengajarkan cara- cara hidup bermasyarakat. Biasanya anatar umur empat dan tujuh tahun dunia sosial anak mengalami perubahan secara radikal, dari dunia kecil yang berpusat di dalam keluarga ke dunia yang lebih luas yang berpusat pada kelompok sebaya. Anak cenderung merasa nyaman berada bersama- sama teman- teman sebayanya daripada berada bersama orang- orang dewasa, meskipun orang- orang dewasa tersebut bersikap menerima dan penuh pengertian.

3.      Macam- macam Kelompok teman sebaya
Menurut Hurlock (1999 : 215) ada beberapa lima macam kelompok teman sebaya dalam remaja, antara lain :
a.       Teman Dekat : Remaja biasanya mempunyai dua atau tiga orang teman dekat.
b.      Teman Kecil : Kelompok ini biasanya terdiri dari kelompok teman- teman dekat.
c.       Kelompok Besar : Kelompok besar terdiri dari beberapa kelompok kecil dan kelompok teman dekat, berkembang dengan meningkatnya minat akan pesta dan berkencan. Karena kelompok ini besar maka penyesuaian minat berkurang di antara anggota- anggotanya sehingga terdapat jarak social yang lebih besar di antara mereka.
d.      Kelompok Terorganisasi : Kelompok pemuda yang dibina oleh orang dewasa, dibentuk oleh sekolah dan organisasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial para remaja yang tidak mempunyai kelompok besar. Banyak remaja yang mengikuti kelompok seperti ini merasa diatur dan berkurang minatnya ketika berusia 16- 17 tahun.
e.       Kelompok Gang : Remaja yang tidak termasuk kelompok besar dan tidak merasa puas dengan kelompok yang terorganisasi, mungkin akan mengikuti kelompok gang. Anggota biasanya terdiri dari anak- anak sejenis dan minat mereka melalui adalah untuk menghadapi penolakan teman- teman melalaui perilaku anti sosial.


BAB III
FENOMENA

Deskripsi cerita:
Nama saya Erna siswi di salah satu SMA Negeri di Garut
Awal saya masuk sekolah saya sudah dimusuhi oleh salah satu kelompok yang paling disegani di sekolah karena saya cantik dan banyak kakak tingkat yang suka sama saya.
Saya kerap dianiaya oleh mereka, di kata-katain, dijambak sampai di tendang, suatu ketika saya bernegosiasi dengan mereka untuk masuk ke kelompok mereka, karena saya tidak mau dimusuhi oleh mereka saya masuk ke kelompok mereka, sejak saat itu saya menjadi salah satu cewe modis, popular dan berkuasa disekolah, persahabatan kami sangat dekat kami sangat setia kawan,
Dari mereka saya nyoba-nyoba merokok, minum alcohol, taruhan dapetin pacar, bolos dari kelas, dan itu sangat menyenangkan, mereka sangat baik, setia kawan, suka ngejajain, saling pinjam baju. saat itu saya tidak merasa ada yang salah, saya senang saja diakui dan menjadi siswa popular di sekolah lagi pula mereka sangat baik.
Namun suatu ketika saya disuruh oleh ketua kelompok untuk melabrak teman dekat saya sebelum saya berteman dengan mereka.
Gara-gara saya teman dekat saya jadi menderita, dan saya juga menyadari ternyata selama ini saya diamanfaatkan oleh mereka, dari sana saya memutuskan untuk pindah sekolah


BAB IV
ANALISIS FENOMENA


Interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya bisa berpengaruh positive maunpun negative Fenomena interaksi social yang terjadi pada Erna menunjukan interaksi yang menyimpang, Dalam kelompok tersebut terjadi hubungan timbal balik lebih dari dua orang, mereka memainkan peran secara aktif. Jenis kelompok teman sebaya yang Erna alami yaitu jenis gang yaitu kelompok remaja yang tidak termasuk kelompok besar dan tidak merasa puas dengan kelompok yang terorganisasi, sehingga mereka mendirikan  kelompok gang. Anggota biasanya terdiri dari anak- anak sejenis dan minat mereka adalah untuk menghadapi penolakan teman- teman melalui perilaku antisosial
            Gang memiliki sifat antisocial, mereka mengeklusifkan diri mereka dan bertindak seenaknya, mereka lebih suka memikirkan hal-hal yang dekat, terjangkau dan berbau senang-senang atau fun. Pada umumnya mereka ditolak oleh teman-teman yang lainnya maupun oleh masyarakat, sehingga mereka memiliki kohesivitas yang tinggi.
            Gang yang Erna ikuti merupakan kelompok wanita popular, paling cantik dan modis, dan menguasai sekolah sehingga ketika ada siswi baru yang lebih cantik dan menjadi popular lebih dari mereka, mereka tidak akan terima kemudian mereka berusaha membuat anak baru itu menderita.
Sebelumnya Erna menjadi korban kekerasan anggota gang tersebut namun pada akhirnya karena factor sugesti yaitu pengaruh psikis yang dirasakan oleh Erna, suatu perasaan tidak ingin diperlakukan tidak baik lagi sehingga dia menerima tawaran untuk bergabung dengan gang tersebut. ditengah-tengah dia merasakan kebahagiaan namun pada akhirnya dia menyadari bahwa interaksi tersebut berpengaruh negative terhadap dirinya.

Kasus Erna menunjukkan bahwa pengaruh negative interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dalam hal ini gang, mengarah kepada perilaku menyimpang, karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku.
Dalam persahabatan dalam hal ini gang interaksi yang terjalin sangat begitu kuat karena didalamnya ada suatu system dan norma-norma kelompok yang mengatur, seperti harus mengerjai siswa baru yang blagu, ini sudah menjadi kesepakan bersama dan menjadi pemersatu, mereka sulit dipisahkan, individu yang keluar dari kelompok itu, maka dia akan mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat dan dari kelompoknya sendiri, justru dengan berkumpul dengan gangnya dia akan lebih percaya diri dan merasa ada yang melindungi.
Jadi pengaruh negative interaksi sosial dalam gang yaitu erat sekali akan terjadinya perilaku menyimpang yaitu kenakalan remaja. Remaja yang masuk ke dalam gang, dia akan terikat oleh norma-norma kelompok dan melakukan penyimpangan sebagai bentuk anti sosial
Teori sosiologi atau teori belajar memandang penyimpangan muncul dari konflik normatif di mana individu dan kelompok belajar norma-norma yang membolehkan penyimpangan dalam keadaan tertentu. Pembelajaran itu mungkin tidak kentara, misalnya saat orang belajar bahwa penyimpangan tidak mendapat hukuman. Tetapi pembelajaran itu bisa juga termasuk mangadopsi norma-norma dan nilai-nilai yang menetapkan penyimpangan diinginkan atau dibolehkan dalam keadaan tertentu..
Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang.  Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui  jalur tersebut berarti telah menyimpang.
Sangat terlihat bentuk penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial dari bahwa mereka kerap nyoba-nyoba merokok, minum alcohol, taruhan dapetin pacar, bolos dari kelas hal ini akan sangat membahayakan kondisi fisik dan psikis individu itu sendiri juga kelangsungan masa depan bangsa. Sekolah resah, masyarakat resah dan yang paling penting orangtua akan sangat sedih melihat perilaku anak-anaknya. Lebih bahaya lagi jika perilaku menyimpang tersebut  oleh masyarakat dianggap bukan perilaku menyimpang, melainkan hal yang biasa dan dibiarkan. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya agar remaja Indonesia dapat menyalurkan minat dan kreativitasnya pada hal yang positive, dan bisa memanfaatkan interaksi dengan teman sebayanya secara positive sehingga hasil yang diperolehpun akan membanggakan dirinya dan orangtuanya, upaya tersebut diantaranya :
1.      Keluarga : keluarga adalah sumber pendidikan yang pertama dan utama, interaraksi sosial lebih banyak terjadi pada lingkungan keluarga, semakin meningkatnya keberfungsian sosial  sebuah keluarga dalam melaksanakan tugas kehidupan, peranan, dan fungsinya maka akan semakin rendah tingkat kenakalan anak-anaknya atau kualitas kenakalannya semakin rendah. Di samping itu penggunaan waktu luang yang tidak terarah merupakan sebab yang sangat dominan bagi remaja untuk melakukan perilaku menyimpang, oleh karena itu perlu adanya hubungan interpersonal yang harmonis antara anak dan anggota keluarga lainnya, sikap permusuhan, iri hati, bertengkar atau kurang memperhatikan nilai-nilai moral, hal ini akan memicu terjadinya kenakalan remaja
2.      Sekolah : sekolah dapat menjadi menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi siswa, bagi remaja yang melakukan penyimpangan, sekolah akan menjadi tempat subur untuk melakukan aksinya, maka dari itu sekolah harus menerapkan nilai-nilai moral dan agama yang tinggi, interaksi sosial antar warga sekolahpun harus harmonis.
3.      Masyarakat : Dikatakan oleh (Eitzen, 1986:10) bahwa seorang dapat menjadi buruk/jelek oleh karena hidup dalam lingkungan masyarakat yang buruk. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial, norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah, sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial, seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial, tetapi lebih dari itu, perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar.


BAB V
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Pengaruh negative interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya (gang) di sekolah berkorelasi dengan perilaku menyimpang yaitu kenakalan remaja, maka pengaruh negative yang ditimbulkan oleh interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya yang jenisnya gang adalah kenakalan remaja, bentuk kenakalan remaja bermacam-macam dan akibatnyapun bermacam-macam, sebagai mahluk sosial selain berpengaruh terhadap pelakunya sendiri juga berpengaruh terhadap system sekolah dan system masyarakat
      Kenakalan remaja lahir dari suatu system, baik keluarga, sekolah maupun masyarakat, keluarga yang tidak harmonis akan membuat remaja mencari pelarian, sekolah yang tidak menerapkan budaya normative dan disiplin yang baik maka sekolah akan menjadi tempat yang subur bagi kenakalan remaja, kemudian moral yang lemah di masyarakat akan membuat perilaku menyimpang sudah menjadi hal biasa. Maka dari itu iklim-iklim yang menjunjung tinggi nilai keharmonisan, normative dan moral harus sangat diperhatikan dan diterapkan bersama dalam suatu system sosial.

B.   SARAN

1.      Kepada pihak sekolah agar menciptakan interaksi sosial antara semua warga sekolah yang harmonis, menerapkan budaya normative serta disiplin yang baik. Ciptakan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA


Babam Suryaman (2010). Makalah Sosilogi Antropologi Pendidikan. [online], tersedia di : www.kosmaext2010.com. [19 April 2011]
Iwang (2010). Kenakalan Remaja Sebagai Perilaku Menyimpang Hubungannya Dengan Keberfungsian Sosial Keluarga. [online]. Tersedia di : http://iwangeodrsgurusosiologismamuhammadiyah1tasikmalaya.yolasite.com/perilaku-menyimpang.php. [19 April 2011]
Iwang (2010). Teori-Teori Umum Tentang Perilaku Menyimpang. [online]. Tersedia di : http://iwangeodrsgurusosiologismamuhammadiyah1tasikmalaya.yolasite.com/perilaku-menyimpang.php. [19 April 2011]
Wani (2009). Makalah Sosilogi Antropologi Pendidikan http://wanipintar.blogspot.com/2009/06/makalah-sosiologi-pendidikan.html
Syamsu Yusuf (2008). Mental Hygiene. Bandung : Maestro
_______Keluarga, Teman Sebaya Dan Pendidikan . [online]. Tersedia di : http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_162.html [19 April 2011]
___________()Pengertian Interaksi Sosial. [online] Tersedia di : http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/interaksi-sosial-definisi-bentuk-ciri.html. [19  April 2011]
Relawan YAI. (2007) Waspadai, Tekanan Teman Sebaya Menjerumuskan. [online] tersedia di : http://rafiqrokhanzen.wordpress.com/2007/12/14/waspadai-tekanan-teman-sebaya-menjerumuskan/ [ 19 April 2011]
Read more...

I will try to stand up for you

0 comments
Disini aku katakana aku bukan siapa-siapa, aku tanggalkan semua atribut yang meyertaiku.
Disini aku adalah wanita biasa Kali ini aku merasakan, bahwa raga ini bukan aku.. tidak seperti yang aku kenal..
Apa yang terjadi?. Aku tidak memperdulikan oranglain. Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan bukan apa yang aku sadari itu harus dilakukan. Lalu kemana pikiran ini melayang?
Mana mungkin aku dapat memperdulikan oranglain sementara aku sendiri not care my self
Aku melihat hari ini aku begitu berantakan dan tidak berguna,
Bodohnya aku, aku tau apa yang harus aku lakukan, tapi ketakutan mengalahkan segalanya dan pemenangnya adalah tekanan. Aku ucapkan selamat dan kini engkau sedang menggerogoti jiwa dan ragaku.
Satu-satunya yang perdulikan saat ini adalah adikku, I will try to stand up for you.
Read more...

untuk adikku BIG ACT 1

0 comments

Adikku sekarang sudah besar, dia sudah memiliki pemikiran sendiri. kemarin dia hanya bisa berkata iyah, ngga, mmmmh, tapi sekarang dia sudah bisa berkata “menurut aku…..”,”seharusnya…… “, “aku mau…….” . dia sebentar lagi masuk SMA…, secara pribadi aku sangat senang karena kini aku punya teman ngobrol. Dia sangat perhatian dan baik hati… 
Berkembangnya adikku yang beranjak remaja secepat itu aku harus menjadi kakak, teman, idola, konselor bagi adikku.
Adikku yang tomboy sekarang sudah remaja, dan kakaknya harus membimbingnya..
Adikku, selamat datang di dunia amazing, badai dan tekanan, pemikiran kritis, aktualisasi diri. Ini akan sangat menyenangkan, I’m beside u…
Dan perkenalkan akulah sahabatmu…
Read more...

Dusta

0 comments
Kembali air mata ini mengalir tiada henti.
Masih kisah yang sama.
Tentang cinta, cinta diujung jalan…
Ingin rasanya kuakhiri perih yang selama ini ku telan.
Rasa malu, rasa takut, rasa sayang, rasa bersalah, sampai pada titik akhir rasa ingin mati
Dia mengajarkanku untuk selalu optimis
Tapi sebelum dia mereka mengajarkanku pesimis
Ketakutan membuatku ingin mati saja, tapi akupun takut menghadap tuhan
Sejenak aku bisa melepaskan semuanya dan tersenyum pada dunia,
Tapi mereka tidak tahu rasa sakit yang aku sembunyikan.
Dia bilang, aku tidak menyayangi diri sendiri.
Mungkin sekarang aku bisa katakan iya.
Otoritas mereka membuat batinku tertekan sementara mereka bahagia.
Itulah yang aku inginkan, inginkan mereka bahagia.
Maka prinsip hidup menentukan bahwa aku harus melepaskanmu
Membawa hatimu, membawa air mataku, membawa perih, membawaku ke syurga…

Kemarin
Read more...

Wednesday, April 13, 2011

biola tak berdawai

0 comments
Dari awal saya bukanlah seorang yang sering membaca, mungkin karena dari kecil tidak ada yang menfasilitasi saya untuk membaca, semasa SMA saat teman-teman saya sibuk membaca buku-buku andrea hirata dan buku lainnya entahlah buku apa itu aku tak tahu, saya hanya sedikit tergoda itupun dengan alasan pamer, yah, aku telah membaca buku yang popular di tv dan semua orang membicarakannya, outputnya pun yaitu narsisme.. okelah..
Namun seketika saya membaca bukan dengan mata tapi dengan hati, buku demi buku dapat saya lahap hanya sekedar menyalurkan jiwa yang haus akan rangkaian kata-kata indah yang teragkai dalam sebuah buku.
Membaca dengan hati, bukan hanya melepas dahaga, tapi pencerah pandangan hidup tentang fenomena yang terjadi diluaran sana yang belum terjamah oleh raga dan jiwa kita tapi kita dapat merasakannya lewat tulisan orang-orang hebat hingga dalam memandang dunia tidak sempit namun luas komprehensif dan mendalam
Belum banyak buku yang aku baca tidak lebih dari 10 buku, namun aku begitu terhipnotis dengan aroma kertras, lembar demi lembar yang terlewati dengan senyuman puas kenikmatan batin yang terhadiahkan oleh lembaran-lembaran itu. Dan aku tahu pasti banyak lagi orang yang lebih terhipnotis dibanding aku sampai berurai airmata ketika tidak memiliki kesempatan untuk membaca buku yang selama ini dia incar.. waw…
Hari ini baru pertamakalinya saya ke lantai atas perpustakaan kampus dimana saya menimba ilmu, di lantai 2 ruang reserve aku dan senja memandangi begitu banyak judul dan sampul buku yang menggoda, dari buku rekomendasi lama teman yang belum aku baca, buku kekuatan-kekuatan cinta yang tokohnya sering aku tuliskan dalam bait suratku untuk kekasihku, buku best seller tebal yang sedang hangat dibicarakan sampailah pada buku dengan judul indah penuh filosofis dan aku tahu buku ini sudah lama dan buku ini dari scenario film yang mendapat 5 penghargaan di Indonesia. Sang pemimpi, Edensor, maryamah karpov, taj mahal, laila majnun, dan biola tak berdawai. Saat itu yang paling menggodaku adalah biola tak berdawai.. jadi apa maksudnya biola tak berdawai, karena takkan mungkin ada suara jika tak ada dawai, itulah kami yang memiliki cacat lebih dari satu tuna.
Saya baru sempat membaca buku itu sampai bagan 4, begitu menghipnotis mungkin jika para pecandu narkoba dapat diibaratkan sebagai nikotin yang membuat kecanduan.. sangat disayangkan buku yang dilantai dua tidak bisa dipinjam, sangat menjengkelkan dan sangat membuat emosi.. namun biarkan ini menjadi kerinduan, kerinduan yang manis dan indah…
Read more...

cacing dan kotoran kesayangannya 2

0 comments
Mana mungkin dalam keadaanku sekarang aku terfikirkan untuk membeli buku mahal lalu untuk makan bagaimana? Ternyata rencana Allah memang maha dahsyat, walaupun karena aku membayar biaya observasi ke Jakarta yang membuat saya nunggak bayar listrik dan membuat saya harus meminjam uang untuk sehari-hari tetapi buku yang diberikan Cuma-Cuma oleh metro tv di acara kick andy, memberikan manfaat yang tepat ketika keresahan yang saya rasakan sekarang dapat terjawab dari allah melalui buku “sicacing” begitu teman-teman menyebutnya. Kedamaian batin tidak akan terbayarkan oleh apapun..
Kutipan
“jika, entah bagaimana, pembuat onar datang ke bisnis anda, keluarga anda, atau anda lahir bersama mereka, mereka anggota dari keluarga anda, atau anda jadi guru mereka, atau mereka muncul begitu saja dlam hidup anda, apa yang bisa anda lakukan? Ini adalah masalah yang setiap dari kita hadapi dari waktu kewaktu: berurusan dengan orang sulit
Bagaimana kita menangani hal ini? Nomor satu: terimalah bahwa orang sulit adalah bagian dari hidup. Alih-alih menjadi galau sendiri, “aku tak menginginkan ini…. Ini salah! Mengapa aku harus berurusan dengan ini? Mengapa harus saya?” ketimbang segala macam pemikiran negative yang bikin masalah tambah rumit, kadang kita cukup belajar cara hidup bersama orang sulit.
Ketika saya masih muda, ketika belum banyak buku spiritual terbit. Saya ingat akan seorang guru spiritual tua yang istimewa, ia tinggal di Pranci pada zaman perang dunia I dan II. Namanya Gurdjieff. Ia adalah seornag pemimpin komunitas spiritual kecil. Nah dalam komunitas itu ada satu oaring pembuat onar-orang yang begitu sulit diajak tinggal bersama. Semua anggota komunitas itu sering sekali mengeluh kepada guru mereka. “orang ini benar-benar bagaikan duri dalam daging. Dia tidak pernah bersih-bersih, selalu bikin rebut, makan semua yang enak-enak, benar-benar sulit dan egois, dia sama sekali tidak spiritual. Bolehkah kami mengusirnya? “Gurdjieff selalu mengatakan, “Tidak. Jangan. Belajarlah dari hal ini. Sabarlah milikilah batin yang lebih lapang dan berbelas kasih.”
Setiap orang mengeluhkan orang ini, namun Gurdjieff tidak pernah mengusirnya. Sampai setelah guru besar ini meninggal, ketika mereka menelusuri surat-surat dan berkas miliknya, mereka menemukan buku catatan keuangan komunitas itu. Setiap anggota komunitas itu membayar iuran agar bisa tinggal disana, namun dalam catatan itu si pembuat onar adalah satu-satunya yang bukan hanya tidak dibayar malah mendapat uang dari Gurdjieff! Ternyata dia adalah anggota komunitas yang dibayar oleh Gurdjieff untuk mengusik komunitasnya, membuat anggota kesal dan marah, untuk mengajari semua orang bagaimana menjadi lebih toleran.
Sangatlah mudah berdamai dan memiliki cinta kasih kepada orang-orang yang kita sukai. Namun ujian spiritual sejatinya adalah jika kita bisa memiliki belas kasih dan kedamaian terhadap hal-hal-terutama orang-orang-yang tidak kita sukai. Mudah saja menolerir orang baik, namun menolerir orang yang sulit? Itu baru perjuangan yang sebenarnya!
Itulah tantangannya. Itulah bagaimana kita bisa belajar dan berkembang. Jika kita belajar memiliki toleransi terhadap orang yang sulit, maka kita juga bisa menolelir berbagai kesulitan dalam hidup seperti penyakit, usia tua, kekecewaan, jatuhnya bursa saham, dan segala kesulitan lain. Semua ini karena hidup memang sulit.
Singkatnya, cara pertama menangani orang sulit adalah selalu ingat bahwa apa pun yang kita lakukan, betapapun kita berupaya dan berjuang, orang sulit akan selalu ada dalam hidup kita.
Selamat datang ke dunia! Ini bukan surga Bung!”
Buku ini indah karena lembut berhias estetika spiritual yang halus dan tulus, tanpa ancaman dogma keagamaan atau paksaan arogansi keimanan! –Jaya Suprana
Begitulah sebagian isi dari buku cacing dan kotoran kesayangannya 2 halaman 121 bagian 35.
Kejadian yang kerap membuat saya mengeluh berulang-ulang ternyata harus kita persepsi betul bahwa ini adalah bagian dari hidup. Bukan hal yang harus disesali, dikeluhkan, dimusuhi, malah capek sendiri.. tapi belajarlah darinya, belajarlah kehidupan karena hidup tidak selamanya akan baik dan menyenangkan justru hidup akan terasa hidup ketika kita dapat menghadapi dengan jantan (hah?) persoalan yang sulit.. belajarlah dari orang yang sulit, saya harus dapat belajar bagaimana bertoleransi terhadap orang yang sulit karena pada dasarnya manusia itu tidak ada yang buruk atau jahat mereka merupakan produk dari lingkungan.
Maka bukalah mata hatimu untuk menerima orang yang tidak menyamankan karena ini merupakan bagian jalan hidup, lalu apa yang harus kita lakukan? Hadapi dan Belajarlah darinya…
Terimakasih, semoga kita termasuk orang yang lebih sibuk memperbaiki diri.
Read more...