Pages

 

Senin, 04 Maret 2013

LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK “POTRET DIRI” DI SD NEGERI HARAPAN BANDUNG

0 komentar

A.    Identitas sekolah
Nama Sekolah             : SD NEGERI HARAPAN BANDUNG
Alamat Sekolah           : Jl. Pak Gatot VI KPAD Gegerkalong Bandung
  Visi Sekolah                : Hidup percaya diri, selamat dengan penuh     amanah, patuh pada peraturan
Kelas praktek              : V-B

B.     Deskripsi pelaksanaan
Materi potret diri yang diberikan kepada siswa kelas V-B SDN Harapan menggunakan pendekatan layanan bimbingan kelompok yang dilaksanakan di kelas, siswa dikelompokan menjadi empat kelompok sesuai dengan barisan tempat duduk. Rencana waktu palaksanaan adalah 45 menit, 5 menit untuk pembukaan dan ice breaking, 5 menit untuk pengisian kelebihan dan kekurangan diri menurut diri sendiri, 20 menit untuk pengisian kelebihan dan kekurangan diri menurut oranglain dan 15 menit untuk refleksi.
Pada pelaksanaannya praktikan ditemani oleh wali kelas yang ikut memperhatikan jalannya layanan, meski ada wali kelasnya yang memperhatikan tetap saja anak-anaknya sulit untuk dikondisikan kemudian praktikan berinisiatif memberikan ice breaking sebelum materi layanan diberikan dan pada saat siswa gaduh sehingga suasana dapat segera dikendalikan dan siswa kembali fokus memerhatikan setiap arahan dari praktikan.
Sebelum lembar pengisian “potret diri” dibagikan, praktikan menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari permaian sementara aturan permainan di beriatahukan secara bertahap mengikuti setiap proses yang akan dilalui siswa selama permainan berlangsung.
Instruksi pertama adalah siswa tidak boleh dulu membuka lembar pengisian “potret diri” sebelum semuanya mendapatkannya, hal ini bertujuan agar siswa tetap terkondisikan. Setelah semua meja siswa terdapat lembar pengsian “potret diri” maka praktikan memberi arahan kepada siswa agar membuka lembar pengisian tersebut, berikut adalah contoh lembar pengisian yang diberikan kepada siswa.

No
Kelebihan diri menurut diri sendiri
Kelebihan diri menurut teman
1


2


3


Dst


No
Kekurangan diri menurut diri sendiri
Kekurangan diri menurut teman
1.


2.


3.


Dst



Kemudian praktikan menjelaskan peraturan yang kedua, peraturan kedua adalah siswa diminta untuk mengisi kolom “kelebihan diri menurut diri sendiri dan kekurangan diri menurut diri sendiri” dengan jujur. Rata-rata semua siswa terlihat kebingungan dan sebagian bertanya “ini digimanain bu?” siswa terlihat tidak memahami instruksi yang diberikan oleh praktikan entah itu karena instruksi tidak jelas atau siswa memang bingung karena biasanya mengerjakan bentuk soal-soal multiple choice atau essay sekarang mereka dihadapkan dengan bentuk/format isian yang berbeda sehingga siswa menajdi ragu untuk mengisi lembar isian “potret diri”. Siswa akan lebih paham dan dapat mengikuti intruksi dengan benar ketika praktikan menjelaskan instruksi permainan disertai dengan contoh, baik itu contoh cara pengisian maupun contoh hal apa saja yang harus diisi pada tiap kolom, seperti itulah yang dilakukan oleh praktikan selama berada di kelas.
Sebagian besar siswa tidak dapat mengetahui langsung apa yang menjadi kelebihannya dan kekurangannya, setelah praktikan memberikan beberapa contoh sebagai stimulus agar siswa dapat mengingat prilaku apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangannya pemikiran mereka menjadi lebih berkembang dan mereka lebih paham apa yang harus di tulis pada tiap kolom.
Waktu yang direncakan untuk mengisis kolom kelebihan dan kekurangan menurut diri sendiri adalah 5 menit namun pada pelaksanaannya waktu lima menit sangat tidak mencukupi karena hal-hal yang telah disebutkan diatas, siswa terlihat lebih mudah untuk mengisi kelebihan menurut diri sendiri dibandingkan dengan kekurangan menurut diri sendiri, entah itu karena mereka memang lebih mengenal kelebihan dibandingkan dengan kekurangannya hal ini berarti mereka memiliki konsep diri yang positif, atau karena dalam lembar pengisian kolom kelebihan menurut diri sendiri berada paling atas sehingga siswa lebih fokus untuk menuliskan itu terlebih dahulu dan ketika waktu pengisian akan habis mereka terburu-terburu mengisi sehingga mereka malah menjadi terlihat bingung untuk menulis.
Kekurangannya adalah praktikan tidak lebih rinci lagi mengarahkan tahapan demi tahapan pengisian misal sebaiknya “silahkan semua adik-adik untuk mengisi kolom kelebihan menurut diri sendiri terlebih dahulu bersama-sama” kemudian setelah waktu habis praktikan kembali memberi arahan “sekarang silahkan adik-adik untuk mengisis kolom kekurangan menurut diri sendiri bersama-sama”. Sehingga praktikan dapat lebih mengamati apakah siswa lebih banyak mengisi kolom kelebihan atau kelemahan melalui pembagian waktu yang sama ketika siswa menuliskannya.
Instruksi ke tiga adalah siswa diminta untuk menukarkan lembar isian “potret diri” kepada teman sebangkunya. Praktikan tidak langsung memberikan intruksi agar semua lembar isian di kelilingkan kepada teman satu barisnya karena jika praktikan langsung memberikan instruksi tersebut, anak akan kaget dan situasi akan sulit untuk dikondisikan, dengan menukarkan terlebih dahulu dengan teman sebangkunya anak tidak terlalu kaget dan dapat mengisi kolom kelebihan dan kekurangan menurut teman dengan lancar. Sebagian besar siswa masih tidak mengerti apa yang di arahkan oleh praktikan, siswa terlihat bingung tentang apa yang harus mereka isi namun setelah praktikan memberikan arahan dengan lebih operational lagi disertai dengan contoh maka siswa mulai memahami apa yang harus mereka tulis, suasana menjadi tidak terkendali ketika siswa harus mengelilingkan lembar pengisian, mereka kebingungan dan tidak memiliki inisiatif untuk memberikan lembar pengisian yang mereka dapat kepada teman lainnya yang belum dapat, siswa cenderung menunggu praktikan yang mengelilingkannya. Siswa terlihat ragu dan takut dalam melaksanakan instruksi dari praktikan.
Ketika pada sesi pengisian oleh teman, kondisi kelas menjadi tidak terkendali siswa terlihat penasaran dengan apa yang dituliskan oleh teman-teman mereka sehingga siswa banyak yang keluar dari tempat duduknya bahkan ada sebagian siswa yang meniru apa yang ditulis oleh temannya yang penting dia dapat mengisi, ada juga siswa yang tidak mengelilingkan lembar pengisiannya karena malu dan ada satu baris siswa yang tidak bergerak karena menunggu lembar pengisiannya dikelilingkan oleh praktikan. Alokasi waktu pada tahapan ini tidak mencukupi sama seperti tahapan sebelumnya.
Setelah waktu pengisian habis, siswa diminta untuk memberikan lembar isian yang mereka pegang kepada pemiliknya, kondisi kelas menjadi lebih tidak terkendali lagi ketika siswa telah memegang kembali lembar isian yang mereka miliki, bermacam-macam ekspresi yang terlihat dari raut wajah siswa ketika mereka sedang membaca lembar isian yang telah diisi oleh temannya. Kebanyakan dari siswa memperlihatkan wajah riang gembira, ada juga yang terlihat kesal, ada yang tersipu malu dan ada juga yang hanya diam saja.
Tahap terakhir dari kegiatan ini adalah tahapan refleksi, ketika siswa ditanya perasaannya setelah melakukan kegiatan ini kebanyakan dari siswa merasa senang dan mereka berebutan untuk memberikan komentarnya didepan kelas, komentar dari salah satu siswa yang bernama Chandra adalah “senang, karena teman-temannya pada baik-baik”. Siswa terlihat bergembira ketika praktikan memberikan motivasi bahwa semua siswa di kelas V-B adalah siswa yang baik hal ini bukan menurut praktikan atau guru namun menurut teman-teman mereka sendiri.


C.    Gambaran Profil Siswa
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap profil siswa pada saat kegiatan bimbingan kelompok dengan materi “potret diri” berlangsung dari awal sampai akhir, praktikan dapat memberikan gambaran profil siswa kelas V-B sebagai berikut :
1.      Berdasarkan konten materi kegiatan
Sebagian besar siswa sangat menyenangi aktifitas ini karena mereka lebih banyak mendapatkan komentar yang positif (kelebihan) dibandingkan dengan komentar negatif (kekurangan).
Sebagian siswa merasa tidak senang karena mereka tidak percaya diri atau malu ketika mereka harus mengelilingkan lembar isian tentang kelebihan dan kekurangannya. Sebagian siswa yang lain bersikap datar.
2.      Berdasarkan konsep diri
Hampir semua siswa lebih banyak menuliskan kelebihan dibandingkan dengan kelemahan hal ini berarti mereka cenderung memiliki konsep diri yang positif. 

0 komentar:

Poskan Komentar