Pages

 

Kamis, 19 April 2012

RAPUH

0 komentar

Seketika kau nampak didepanku seketika itupula aku ingin bercerita begitu banyak,
begitu aku ingin kau tahu banyak tentang siapa aku.
Tapi kenapa kamu selalu diam.
Aku bosan mengoceh, aku tidak mau menjadi dominan.

Merasakan hangatnya cerita dan senyummu suatu hal yang paling aku rindu, 
yah...
aku merindukannya walaupun sebenarnya aku belum pernah merasakan hal itu sbelumnya.

Jangan pernah terlalu khawatirkan aku, aku akan menikmati mengikuti irama kerinduan hembusan penantian.
Namun
seperti halnya pria, jika pria mampu merasakan sakit teramat sangat dalam satu waktu, lain hal dengan wanita.
Wanita seakan biasa-biasa saja dan mudah mengalihkan kepedihan.
akan tetapi, Dia sebenarnya menderita, apa yang tidak dia fikirkan tentangmu ditiap hembusan nafasnya? sakitnya tidak 'sangat' tapi pelan.. sakitnya tidak tiap waktu tapi perlahan muncul tanpa persiapan.
Karena itulah wanita

Wanita adalah rapuh karena ia terlalu tegar
Wanita adalah rapuh karena mampu tersenyum

Maka lihatlah dari sisi lain wanita, sisi yang rapuh

0 komentar:

Poskan Komentar