Pages

 

Tuesday, June 26, 2012

ANALISIS APLIKASI TEORI BIMBINGAN DAN KONSELING TRAIT AND FACTOR PADA SISWA KELAS XII SMA N 7 GARUT

0 comments

Teori Trait and Factor merupakan satu dari keseluruhan orientasi dalam proses psikologi vokasional untuk menggambarkan dan menjelaskan pembuatan keputusan karir berdasarkan “kesesuaian individu dengan pekerjaan”.
Profil Siswa SMAN 7 Garut adalah siswa yang sangat berpotensi walaupun berada pada daerah terpencil yang jauh dari hingar bingar kota namun setiap tahunnya banyak siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta juga lulusannya banyak yang tergolong berhasil, sangat disayangkan jika potensi mereka tidak terarahkan dengan baik. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa kelas XII SMAN 7 Garut masalah umum yang dihadapi oleh siswa tersebut adalah kurangnya informasi tentang Perguruan Tinggi dan informasi kerja, kebingungan dalam memilih jurusan di Perguruan Tinggi dan kebingungan dalam mengenal minat, bakat dan kemampuan yang dimiliki. Permasalahan-permasalahan ini sesuai dengan masalah dalam pembuatan keputusan karir yang dipaparkan oleh Williamson (1939b), ada 4 kategori permasalahan dalam pembuatan keputusan karir yaitu:
a         No Choice (Tidak ada pilihan), konseli tidak mampu menyebutkan bidang pekerjaan yang akan dipilihnya.
b        Uncertain Choice (ketidakpastian pilihan), konseli ragu atas pilihan karir yang telah ada di pikirannya.
c         Unwise Choice (Pilihan tidak bijaksana), konseli memilih karir yang tidak sesuai dengan bakat dan minatnya.
d        Discrepancy between interest and aptitudes (ketidaksesuaian antara minat dan bakat), yang termasuk kategori ini adalah:
1)      Bidang pekerjaan yang diminati tidak sesuai dengan bakat konseli.
2)      Pekerjaan yang diminati tidak sesuai dengan tingkat kemampuan konseli.
3)      Bakat dan minat cocok, tetapi tidak sesuai dengan pekerjaan yang dipilih.

Salah satu penyebabnya adalah tidak pernah dilaksanakan tes psikologi.
Berikut merupakan Rancangan Proses bimbingan dan konseling karir trait and factor pada siswa kelas XII SMAN 7 Garutterdiri dari tahapan analisis, sintesis, diagnosis, konseling, dan follow up. Berikut deskripsi dari masing-masing tahapan.
No
Tahapan
Tujuan
Deskripsi Kegiatan
Alat Penunjang/Media
1
Analisis
Untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai konseli, data ini mencakup data tentang diri sendiri, misalknya kemampuan intelektual, bakat khusus, minat, harapan, cita-cita.
Data tentang keluarga dekat, mencakup harapan keluarga, kemampuan ekonomi keluarga, kewajiban moral dan sosial terhadap keluarga.
Data tentang lingkungan hidup, yang mencakup cirri khas dari setiap program studi dan bidang pekerjaan, kualifikasi minimal yang dituntut, keadaan konkret masyarakat.

a.       Konselor mengusulkan kepada kepala sekolah agar dilaksankan tes psikologi bagi para siswa khususnya bagi siswa kelas XII
b.      Konselor mengundang ahli untuk melakukan tes psikologis kepada seluruh siswa
c.       Seluruh siswa melaksanakan tes psikologi
d.      Konselor mendapatkan hasil psikotes seluruh siswa
e.       Konselor melaksanakan layanan pembuatan genogram secara klasikal
f.       Konselor mewajibkan kepada seluruh siswa untuk membuat buku pribadi yang isinya menceritakan tentang dirinya
Instrument Psikotes yang terdiri dari EPPS, SMP,  IST, dan APM
Kertas HVS, buku pribadi
2
Sintesis
Membandingkan dan menyimpulkan data yang telah didapat dari tahap analisis sebagai acuan untuk melihat keunikan dan ciri khas yang dimiliki konseli, seperti bakat,minat, kepribadian, dan sikap konseli.
a.       Konselor menginterpretasi dan menganalisis hasil tes psikologi siswa yang didapat dari lembaga penyelenggara tes psikologi, apakah terdapat kesesuaian antara IQ, minat, bakat dan kepribadian.
b.      Konselor mengeksplorasi hasil genogram
c.       Konselor menyimpulkan data
Kemampuan intepretasi konselor
3
diagnosis
Menguraikan karakteristik yang telah didapat dari tahap sintesis dan masalah konseli dengan membandingkannya dengan karakteristik pekerjaan
a.       Konselor  mengidentifikasi masalah umum yang dialami konseli
b.      Konselor melakukan bimbingan klasikal untuk memberikan informasi Perguruan tinggi dan informasi kerja
c.       Konselor melakukan bimbingan klasikal untuk menjelaskan gambaran criteria kemampuan, bakat, kepribadian yang cocok bagi jurusan tertentu atau pekerjaan tertentu
d.      Konselor mengarahkan konseli terhadap pilihan pekerjaan berdasarkan kualifikasi pekerjaan dan hasil psikotes konseli
e.       Konselor memberikan kemungkinan-kemungkinan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan hasil psikotes konseli
f.       Konselor membuat website/blog yang memuat link-link perguraun tinggii dan perusahaan untuk memudahkan konseli dalam menjelajahi dunia kerja dan perguruan tinggi.
g.       Konselor mempersilahkan siswa yang ingin memahami hasil psikotes dan menjelaskan kepada siswa interpretasi hasil tes psikologi tersebut
h.      Konselor memberikan informasi tentang informasi Perguruan tinggi dan pekerjaan yang diinginkan oleh konseli.
i.        Konseli meninjau kembali kecocokan antara pola kualifikasi yang dituntut pada bidang pekerjaan dengan pola kemampuan dan minat yang telah diidentifikasikan.
a.       Data hasil psikotes
b.      Data hasil genogram
c.       Data Informasi pekerjaan
d.      Computer dan sambungan ke internet
4.
Konseling
Agar konseli memiliki penyesuaian pada saat ini maupun pada saat yag akan datang mengenai pilihan pekerjaan yang diinginkan oleh konseli.
a.       Konselor menciptakan atau meningkatkan hubungan baik dengan konseli.
b.      Konselor menafsirkan data yang telah ada dan mengkomunikasikannya kepada konseli.
c.       Konselor memberikan saran atau ide kepada konseli, atau merencanakan kegiatan yang dilakukan dengan konseli.
d.      Konselor membantu konseli dalam melaksanakan rencana-rencana kegiatan.
a.       Ruangan konseling
b.      Kemampuan konselor untuk melaksanakan konseling
5
Follow-up
Untuk memberikan bantuan kepada konseli dalam menghadapi masalah baru sehubungan dengan keputusan yang telah dia ambil
a.       Konselor melaksanakan kegiatan edu fair dan bursa kerja dengan mengundang perwakilan-perwakilan dari tiap Perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan.
b.      Konselor melakukan wawancara untuk mengetahui pelaksanaan rencana yang menunjang pemilihan keputusan karir konseli
c.       Konseli melaporkan tindakan yang telah dia lakukan untuk mencapai keputusan karirnya.
d.      Konselor berdiskusi dengan konseli mengenai perubahan-perubahan yang akan dilakukan ketika rencana yang telah dibuat tidak berhasil
e.       Konselor melakukan referral apabila diperlukan
a.       Panitian edu fair dan bursa kerja
b.      Perwakilan dari tiap Perguruan tinggi dan perusahaan
c.       Pihak ketiga yang dibutuhkan bila harus di referal

Catatan : jika tidak memungkinkan untuk melakukan tes psikologis dari lembaga yang berwenang melaksanakannya, maka guru BK dapat menggunakan inventory minat dan bakat, instrument tugas perkembangan dan berbagai layanan tentang konsep diri.

0 comments:

Post a Comment