Pages

 

Selasa, 26 Juni 2012

ANALISIS PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM KONSELING KARIR

0 komentar

Sistem bimbingan yang ditunjang oleh komputer merupakan sebuah kesatuan aktifitas yang dilakukan oleh komputer, yang mana telah dikembangkan untuk membantu perencanaan karir. Tidak dapat disangkal bahwa saat ini kita hidup dalam dunia teknologi. Hampir seluruh sisi kehidupan kita bergantung pada kecanggihan teknologi, terutama teknologi komunikasi. Konseling sebagai usaha bantuan kepada siswa, saat ini telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat cepat. Perubahan ini dapat ditemukan pada bagaimana teori-teori konseling muncul sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau bagaimana media teknologi bersinggungan dengan konseling. Media dalam konseling antara lain adalah komputer dan perangkat audio visual.
Computer Aided Guidance System (CAGS) memiliki banyak fungsi dalam konseling karir. Offer (1997) mengklasifikasikan system tersebut ke dalam delapan kategori:
1.      Self-Asessment merupakan program yang membantu seseorang menilai dirinya dan menyediakan profil yang di dalamnya terdapat deskripsi tentang kesempatan kerja atau pendidikan. Hal ini pada umunya berdasarkan pada minat kerja.
2.      Sistem pencocokan merupakan program yang menyepadankan seseorang dengan pekerjaan atau pelajaran. hal ini umumnya lebih banyak digunakan pada aplikasi komputer dalam konseling karir.
3.      Perolehan informasi merupakan database dari pendidikan dan kesempatan pelatihan, atau dari perusahaan.
4.      Permainan dan simulasi merupakan materi bisnis, pelatihan atau materi pendidikan karir lainnya. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menelusuri pekerjaan kerja dalam hal pengalaman.
5.      Penunjang keputusan merupakan program yang membantu seseorang menganalisis faktor yang mereka gunakan dalam membuat keputusan dan mengaplikasikan ini untuk sebuah keputusan yang tipikal.
6.      Pengolah kata merupakan program yang menyediakan dukungan untuk penulisan CV atau melengkapi format aplikasi.
7.      Komputer sebagai dasar pelatihan merupakan program yang mengajarkan keahlian mencari pekerjaan, contohnya: mengatasi wawancara dan membuat lamaran kerja.
8.      Tes psikometri merupakan program yang mengelola daftar dan tes psikologi. Program ini sebagian besar bersifat online dengan mengadaptasi tes tertulis, mengukur kemampuan, bakat dan kepribadian.
Menggunakan CAGS dalam konseling karir lebih khusus system ini dipercaya bisa mengelola tes, daftar dan skor mereka. Pengguna dapat menyediakan laporan secara rinci, yang mungkin termasuk grafis yang membantu juga menjelaskan arti laporan. Selain itu, mereka dapat memberikan layanan yang sama kepada pengguna dari lokasi manapun, memberikan bantuan dengan cara yang standar. Jika sebuah dokumen disimpan di komputer untuk setiap pengguna, konten dapat disesuaikan untuk setiap orang, tergantung pada hasil dari penggunaan terakhir, atau identifikasi kebutuhan. CAGS juga dapat mencari database peluang kerja dan pendidikan, jika perlu menggabungkan pencarian karakteristik. Database ini dapat diperbaharui dengan cepat, terutama jika mereka terhubung ke sebuah situs internet.
Penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Salah satu contoh yang diterapkan di UK, Sistem ini merupakan sebuah system CAGS yang dirancang khusus untuk pendidikan yang lebih tinggi. System ini mencakup kemampuan penilaian diri, minat dan nilai; perbandingan diri dengan pilihan karir; informasi pekerjaan; dan nasehat taktis untuk membuat lamaran kerja. Lebih dari 400 profil pekerjaan lulusan telah ditemukan, termasuk informasi tentang aktifitas kerja; kebutuhan masuk; ketersediaan pekerjaan; kendala umur/keseimbangan gender, implikasi gaya hidup/gaji dan pengembangan karir yang memungkinkan.
Karena itu komputer memiliki berpotensi kuat untuk meningkatkan kualitas konseling karir. Namun seperti dikatakan Watts (1996) komputer dapat dianggap mengurangi pengetahuan, kebijaksanaan dan pengalaman untuk data ini berarti computer tidak dapat menyentuh aspek penting dalam kegiatan konseling yaitu aspek afektif dan pengembangan pribadi dalam pengambilan keputusan. Bahkan aplikasi terbaik dari kecerdasan buatan hanya dapat meniru kondisi inti dari hubungan konseling. Walaupun ragam media sudah bermacam-macam, tetapi media ini seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif seseorang. Dalam bimbingan dan konseling dikenal istilah empati. Penggunaan media, seringkali pula akan “menghilangkan” empati konselor, jika konselor mempergunakan media sebagai alat bantu utama. Komputer atau internet digunakan untuk melengkapi potensi praktisi, bukan membatasi atau mengganti kegiatan konseling. Penelitian menunjukkan bahwa komputer-dibantu sistem bimbingan lebih efektif bila digunakan bersama dengan konseling karir (Whiston et al., 2003). Hal ini mungkin karena konselor karir memiliki peran penting dalam memberikan aturan kepada klien untuk menggunakan system CAGS. Contohnya, mereka dapat menilai kesiapan klien dalam menggunkan system; memperluas hasil psikometri dan daftar tes; memotivasi dan mendukung klien untuk eksplorasi karir lanjutan, dan menyarankan pilihan kreatif yang belum ditawarkan oleh sistem (Niles & Harris-Bowlsbey, 2002).
Internet membantu dalam mengarahkan ide-ide dan ini merupakan pusat kegiatan dalam konseling karir. Offer (2000) berpendapat bahwa jika kita menjadi lebih sadar bagaimana masyarakat meluaskan dan menguraikan ide-ide. Kita dapat mendesain website yang lebih baik dan menggunakan website yang telah ada dengan lebih efektif. Contohnya adalah dengan menggunakan hyperlink, konselor dapat membuat website sederhana atau blogspot yang dapat menghubungkan (link) dengan situs-situs perguruan tinggi, sehingga siswa dapat lebih mudah memperoleh pengetahuan tentang informasi perguruan tinggi

0 komentar:

Poskan Komentar