Pages

 

Selasa, 26 Juni 2012

APLIKASI KONSELING TRAIT AND FACTOR

0 komentar


Trait and factor (sifat dan faktor) merupakan satu dari keseluruhan orientasi dalam proses psikologi vokasional untuk menggambarkan dan menjelaskan pembuatan keputusan karir berdasarkan kesesuaian individu dengan pekerjaan. Trait merupakan suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir, berperasaan, dan berperilaku, seperti inteligensi (berpikir), iba hati (berperasaan), dan agresif (berperilaku). Ciri-ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian, yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah. Ciri-ciri itu diandalkan dan dapat diketahui melalui berbagai tes psikologis. Ciri-ciri dasar yang mereka temukan disebut factor. Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan sejumlah ciri, sejauh tampak dari hasil testing, psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan alat tes psikologis untuk menganalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri atau dimensi/aspek kepribadian tertentu.

Menurut parson (1909) model konseling trait and factor lebih menekankan pada tiga hal, meliputi :
1.      Individu; pendekatan konseling ini harus memperhatikan karakteristik individu yang hendak dilayani, tentang bakat, minat, intellegensi dan faktor-faktor lain
2.      Pekerjaan; pemahaman tentang dunia kerja yang harus didalami konselor sebagai pentransfer informasi jabatan
3.      Hubungan antar keduanya; konseling ini adalah bagaimana menghubungkan antara ciri individu dengan pekerjaan apa yang tepat bagi individu sesuai dengan bakat, minat dan intellegensinya

Williamson (1939b) dalam diagnosis membaginya kedalam empat kategori konseli diantaranya :
1.      No choice (tidak ada pilihan), konseli tidak mampu menyebutkan bidang pekerjaan yang akan dipilihnya
2.      Uncertain choice (ketidakpastian pilihan), konseli yang ragu atas pilihan karir yang telah ada di pikirannya
3.      Unwise choice (pilihan tidak bijaksana), konseli memilih karir yang tidak sesuai dengan bakat dan minatnya
4.      Discrepancy between interest and aptitudes (ketidak sesuaian anatara minat dan bakat) konseli yang memiliki bidang pekerjaan yang diminati tidak sesuai dengan bakat konseli, pekerjaan yang diminati tidak sesuai dengan tingkat kemampuan konseli, bakat dan minat cocok, tetapi tidak sesuai dengan pekerjaan yang dipilih
Proses konseling ini terbagi atas lima tahapan diantaranya :
1.      Analisis; Merupakan tahapan kegiatan yang terdiri dari pengumpulan data dan informasi konseli.
2.      Sintesis; Merupakan langkah untuk merangkum dan mengatur data dari hasil analisis yang sedemikian rupa sehingga menunjukan bakat konseli, kelemahan serta kekuatanya, dan kemampuan penyesuaian diri. 
3.      Diagnosis; Sebenarnya merupakan langkah pertama dalam bimbingan dan hendaknya dapat menemukan ketetapan dan pola yang dapat mengarahkan kepada permasalahan, sebab-sebabnya, serta sifat-sifat konseli yang relevan dan berpengaruh kepada proses penyesuaian diri.
Menentukan sebab-sebab, yang mencakup perhatian hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan yang dpat menerangkan sebab-sebab gejala. Prognosis, misal diagnosisnya kurang cerdas, prognosisnya menjadi kurang cerdas untuk pengerjaan sekolah yang sulit, sehingga mungkin sekali gagal kalau ingin belajar menjadi dokter. dengan demikian konselor bertanggung jawab dan membantu konseli untuk mencapai tingkat pengambilan tanggung jawab untuk dirinya sendiri, yang berarti ia mampu dan mengerti secara logis, tetapi secara emosional belum mau menerima.
4.      Konseling; Merupakan hubungan membantu konseli untuk menemukan sumber diri sendiri maupun sumber diluar dirinya dalam upaya mencapai perkembangan dan penyesuaian optimal, sesuai dengan kemampuanya.
5.      Treatment/evaluasi; Tindak Lanjut mencakup bantuan kepada konseli dalam menghadapi maslaah baru dengan mengingatkannya kepada masalah sumbernya sehingga menjamin keberhasilan konseling. Teknik yang digunakan harus disesuaikan dengan individualitas konseli
Sedangkan metodenya adalah melaui tenkik-teknik sebagai berikut diantaranya adalah wawancara, prosedur interpretasi tes dan menggunakan informasi jabatan/pekerjaan yang selanjutnya akan disusun untuk membantu menyelesaikan masalah konseli, dan membantu dalam membuat keputusan karir
1.      Teknik wawancara
a.       Establishing rappot (menciptakan hubungan baik)
b.      Cultivating self understanding (mengolah pemahaman diri)
c.       Advising or planning a program of action (mempertimbangkan atau merencanakan program pelaksanaan)
d.      Carrying out the plan (pelaksanaan rencana)
e.       Referal (pengalih tangan)
Prinsip wawancara konseling trait and factor
a.       Jangan menceramahi atau mematahkan semangat konseli
b.      Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan batasilah informasi yang akan diberikan pada konseli untuk mencari dan berupaya dengan kemampuan yang dimilikinya
c.       Yakinkan bahwa kita tahu tentang apa yang konseli ingin bicarakan sebelum memberikan informasi atau jawaban
d.      Yakinkan bahwa sikap konseli bisa dijadikan pegangan untuk membantu pemecahan masalah

2.      Interpretasi tes
a.    Mengarahkan atau menasehatkan (direct advising)
b.    Persuasi (persuasion)
c.    Penjelasan (explanation)

3.      Informasi pekerjaan (Brayfield: 1950)
a.    Informasi
b.    Penyesuaian kembali
c.    Motivasi
Exploration (Eksplorasi). Konselor menggunakan informasi pekerjaan untuk membantu konseli membuat penelitian yang baik terhadap dunia kerja dari bidang pekerjaan tersebut.
Assurance (Keyakinan). Konselor menggunakan informasi pekerjaan untuk meyakinkan konseli pilihan pekerjaannya cocok atau menghilangkan yang tidak cocok.
Evaluation (Evaluasi). Konselor menggunakan informasi pekerjaan untuk memeriksa keyakinan dan kesinambungan pengetahuan dari konseli tersebut dan pemahamannya dari pekerjaan tersebut atau sejenis.
Startle (mengejutkan). Konselor menggunakan informasi pekerjaan Untuk memeriksa apakah konseli menunjukkan tanda-tanda yakin atau tidak setelah melalui beberapa hal.
Trait and Factor memiliki tujuan untuk mengajak siswa (konseling) untuk berfikir mengenai dirinya serta mampu mengembangkan cara-cara yang dilakukan agar dapat keluar dari masalah yang dihadapinya. TF dimaksudkan agar siswa mengalami:
1.      Self-Clarification / Klarifikasi diri
  1. Self-Understanding / Pemahaman diri
  2. Self-Acceptance / Penerimaan diri
  3. Self-Direction / Pengarahan diri
  4. Sel-Actualization / Aktualisasi diri
Karakteristik Konseli trait and factor
Pendekatan ini dapat digunakan terhadap semua kasus yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: termasuk ragam konseling jabatan atau konseling akademik (konseling karier), di mana konseli menghadapi keharusan untuk memilih di antara beberapa alternatif, konseli telah menyelesaikan minimal jenjang pendidikan SMP dan sudah mulai tampak stabil dalam berbagai ciri kepribadian, konseli tidak menunjukkan kelemahan serius dalam beberapa segi kepribadiannya, misalnya selalu ragu-ragu dalam keputusan tentang apa pun juga atau sangat dikuasai oleh alam perasaannya sendiri.






0 komentar:

Poskan Komentar