Pages

 

Kamis, 21 April 2011

Dusta

0 komentar
Kembali air mata ini mengalir tiada henti.
Masih kisah yang sama.
Tentang cinta, cinta diujung jalan…
Ingin rasanya kuakhiri perih yang selama ini ku telan.
Rasa malu, rasa takut, rasa sayang, rasa bersalah, sampai pada titik akhir rasa ingin mati
Dia mengajarkanku untuk selalu optimis
Tapi sebelum dia mereka mengajarkanku pesimis
Ketakutan membuatku ingin mati saja, tapi akupun takut menghadap tuhan
Sejenak aku bisa melepaskan semuanya dan tersenyum pada dunia,
Tapi mereka tidak tahu rasa sakit yang aku sembunyikan.
Dia bilang, aku tidak menyayangi diri sendiri.
Mungkin sekarang aku bisa katakan iya.
Otoritas mereka membuat batinku tertekan sementara mereka bahagia.
Itulah yang aku inginkan, inginkan mereka bahagia.
Maka prinsip hidup menentukan bahwa aku harus melepaskanmu
Membawa hatimu, membawa air mataku, membawa perih, membawaku ke syurga…

Kemarin

0 komentar:

Poskan Komentar