Pages

 

Minggu, 10 April 2011

MENDONGENG MERUPAKAN SALAHSATU STRATEGI EFEKTIF UNTUK MEMASUKAN INFORMASI PADA ANAK DAN MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN

0 komentar
A. Latar Belakang
Satu pernyataan besar yaitu kenapa mendongeng?
Kita sering mendengar kata dongeng atau bahkan semasa kecil kita sering didongengkan cerita-cerita oleh orangtua kita saat menjelang tidur, ternyata dongeng yang selalu didongenkan oleh orangtua kita tersebut manfaatnya bukan hanya sebatas pengantar tidur saja namun banyak sekali manfaat-manfaat yang diperoleh dari mendongeng yang mungkin terasakan sampai saat ini. Dongeng dapat menjadi cara yang sangat efektif dalam berkomunikasi dan memasukan informasi pada anak selain itu juga dengan mendongeng dapat meningkatkan kognitif, afektif dan psikomotor anak, Tentu mendongeng sebelum tidur dan mendongeng di kelas jelas berbeda, jika mendongeng sebelum tidur pada anak cukup dengan berbaring sambil mengusap rambut anak kemudian mendongeng lalu anak tertidur lain hal mendongeng di kelas, karena yang mendengarkan dongeng tidak hanya satu orang, perlu adanya keterampilan dalam seni mendongeng agar tujuan mendongeng ini dapat terwujud dengan maksimal.
Memasukan informasi pada anak usia ini haruslah melalui suatu hal yang disenangi, pembelajaran yang menyenangkan akan memudahkan dalam menyerap informasi dan salah satunya yaitu dengan dongeng, pada fase ini, anak mampu berimajinasi atau berfantasi berbagai hal. Mereka memainkan kursi sebagai mobil, kereta atau kuda, bermain peran dll, kemampuan anak berimajinasi ini perlu difasilitasi untuk meningkatkan daya imajinasi mereka yang kemudian akan mampu mengembangkan kognitif dan daya ingat anak, hendaknya guru TK menyadari akan hal itu dan melakukan pendekatan mendongeng untuk hal tersebut.

B. Tentang Dongeng
Dongeng berbeda dengan cerita, seperti yang diungkapkan Hendri dalam pelatihan mendongeng yang saya ikuti di salman ITB. Dongeng yaitu cerita fiksi yang bersifat imajinatif sedangkan cerita sifatnya kenyataan,
Menurutnya dongeng tidak terbatas pada cerita-cerita legenda saja tetapi cerita yang menyimbolkan benda mati sebagai karakter pemeran cerita, contohnya melalui alat peraga sandal yang mewah dan sederhana, dalam dongeng dapat disimbolkan sebagai orang yang sombong (sandal mewah), dan orang yang baik (sandal sederhana). Atau contohlain seperti dongeng kura-kura dan kelinci, Ini merupakan hal yang imajinatif dan fiksi,
Mendongeng adalah menceritakan dongeng, yakni cerita yang tidak benar-benar terjadi. Mendongeng merupakan keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif.
Teori pendekatan pemrosesan menjelaskan bahwa sifat pemrosesan informasi yaitu anak memperhatikan informasi yang diberikan dan memikirkanya, mereka menyusun strategi untuk mengingat, mereka menyusun konsep. Mereka bernalar dan memecahkan problem. Anak usia prasekolah yang Menurut Piaget dalam bukunya Syamsu Yusuf “perkembangan kognitif usia prasekolah antara 2-6 tahun masuk dalam kategori preoperasional, yaitu tahapan dimana anak belum mampu menguasai operasi mental secara logis. Yang dimaksud adengan operasi mental adalah kegiatan-kegiatan yang diselesaikan secara mental bukan fisik. Periode ini dtandai dengan berkembangnya representasional, atau “symbolic function”, yaitu kemampuan menggunakan sesuatu untuk merepresentasikan (mewakili) sesuatu yang lain dengan menggunakan symbol (kata-kata, bahasa gerak dan benda). Dapat juga dikatakan sebagai “semiotic fincition”, kemampuan untuk menggunakan symbol-simbol (bahasa, gambar, tanda/isyarat, benda, gesture, atau peristiwa) untuk melambangkan suatu kegiatan, benda yang nyata, atau peristiwa.”
Kemampuan mengingat pada anak merupakan suatu aktifitas kognitif, telah dijelaskan diatas bahwa perkembangan kognitif anak usia prasekolah yaitu berkembangnyaa semiotic funcition, ketika kemampuan semiotic funcition berkembang maka kemampuan mengingat pada anakpun berkembang. Reaksi emosi senangnya anak dalam mendengarkan dongeng dapat mempengaruhi aktifitas kognitif menjadi semakin berkembang baik.
Dalam menfasilitasi perkembangan kognitif anak salah satunya yaitu melalui pendekatan mendongeng yang diyakini selain bermanfaat bagi kognitif anak mendongeng juga berfungsi sebagai cara berkomunikasi dengan anak dan bermanfaat bagi perkembangan emosi, dan psikomotor.
Menurut Hurlock (1980:116) “anak memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang baru dilihatnya, juga mengenai tubuhnya sendiri dan tubuh oranglain. Reaksi pertama adalah dalam bentuk penjelajahan sonsomotorik; kemudian sebgai akibat dari tekanan social dan hukuman, ia bereaksi dengan bertanya” pada awal masa anak-anak emosi anak sangat kuat, pada umumnya anak suka dengan dongeng, dengan mendongeng guru dapat menumbuhkan minat baca anak dengan cara merangsang rasa ingin tahu anak.
Pendongeng yang baik yaitu pendongeng yang mampu memanfaatkan sarana fisik selain benda-benda, yakni tubuh dan anggota tubuh untuk melakukan mimik dan pantomimik yang menarik, ketika pendongeng mengangkat tangan atau melompat dan menyuruh pendengar menirunya maka anak akan senang untuk bergerak, libatkan juga gerakan-gerakan yang menarik bagi anak seperti menari melompat berputar dll. Hal ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan motorik anak.
Cerita atau dongeng yang baik setidaknya akan membangkitkan motivasi anak untuk memiliki keinginan berprestasi, kemauan untuk bertahan hidup, dan kemauan untuk berkreasi.

C. Masalah
Masalah yang mungkin muncul yaitu bukan terletak pada peserta didiknya melainkan pengajarnya. Mengajar dengan mendongeng memang bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi jika para guru tidak memiliki bakat bertutur seperti halnya guru yang jarang berbicara atau guru yang sulit untuk mengeluarkan suara yang keras, guru yang sulit untuk ekpresif dan guru yang malas membaca, jelas mendongeng merupakan pekerjaan yang sulit. Dan pada kenyataannya guru TK di Indonesia sedikit sekali yang pandai mendongeng, maka dari itu perlu adanya kesadaran dan kemauan guru untuk berlatih mendongeng, banyak lembaga-lembaga yang menyelenggarakan pelatiahan mendongeng,
Syamsu Yusuf () jika tugas perkembangan terhambat maka akan menghambat tugas perkembangan berikutnya.
Jika perkembangan kognitif anak prasekolah tidak berkembang baik maka akan menghambat perkembangan selanjutnya, kesulitan tebesar menghadapi anak yaitu bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka dengan mendongeng selain dapat meningkatkan kognitif anak juga dapat mempermudah berkomunikasi dengan anak.
Masalah fasilitas juga perlu diperhatikan, karena keberhasilan suatu dongeng tidak saja ditentukan oleh daya rangsang imajinatifnya, tapi juga kesadaran dan kemampuan pendongeng untuk menyajikannya secara menarik. Untuk itu sebagai contoh Kak Agam pendongeng yang sudah professional menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka, musik atau berbagai buku cerita sebagai sumber yang dapat dibaca oleh guru TK sebelum mendongeng, jika ingin mendongeng lebih bagus maka dibutuhkan soundsystem untuk memasukan suara-suara tertentu seperti suara gemercik air, suara binatang dll dan dapat menfasilitasi guru yang suaranya kecil
Ada beberapa teknik praktis dalam berlatih mendongeng, Yaitu dengan cara memejamkan mata sambil mendengarkan dongeng dari audio, kemudian kita mencoba menceritakan kembali, Mendongeng dengan bantuan buku dan mendongeng dengan menggunakan gerakan-kerakan kinestik.
Adapun kiat-kiat yang lainnya menurut Hendri yaitu :
1. Pemilihan cerita sesuai dengan minat keseharian anak
2. Penyampaian cerita dengan antusias dan dengan setting yang meyakinkan
3. Ekspresif, pembedaan mimic, bahasa tubuh, tinggi rendah nada suara
4. Memiliki pautan kontak mata dengan anak
5. Berikan tanda-tanda bila akan berakhir
6. Mendorong anak untuk berdiskusi tentang cerita tersebut.

D. Keberhasilan
Jika guru dapat melakukan strategi mendongeng dengan baik maka daya pikir dan imajinasi anak akan terasah, anak akan memiliki nilai dan etika yang baik, dan Menumbuhkan minat baca.

E. Kebutuhan lingkungan dan perkembangan (pembelajaran di kelas)
Ketersediaan alat bantu dalam mendongeng haruslah sudah disiapkan seperti boneka, buku, soundsystem jika mendongeng dikelas dan alat peraga lainnya.
Mendongengpun tidak harus dilakukan dikelas, bahkan jika tema cerita dongengnya tentang berhubungan baik dengan lingkungan alangkah baiknya jika setting pembelajaran dilakukan di alam terbuka.
F. Pengaruh terhadap kesiapan belajar
Guru menceritakan dongeng misalnya tentang kura-kura yang pintar karena rajin kesekolah, maka anak akan termotivasi untuk melakukan apa yang diceritakan dalam dongeng untuk meraih prestasi. Atau Tentang sapi yang sakit perut karena tidak menuruti nasehat ibunya tidak boleh jajan sembarangan, maka anak akan termotivasi untuk tidak jajan sembarangan dan nurut pada perkataan orangtua.
Sama halnya dalam menumbuhkan motivasi belajar dirumah, guru bisa menceritakan dongeng tentang anak yang rajin mengerjakan PR, rajin membantu orangtuanya kemudian dia sangat disayang kedua oragtuanya. Ini dapar memotivasi anak agar rajin.
G. Kesimpulan
Mendongeng merupakan cara yang efektif dalam memasukan informasi pada anak, karena pada umumnya anak suka dongeng. Dongeng merupakan cerita khayalan, imajinatif/fantasi, sangat cocok dengan karakteristik perkembangan anak usia prasekolah yaitu anak mampu menggunakan sesuatu untuk merepresentasikan (mewakili) sesuatu yang lain dengan menggunakan symbol (kata-kata, bahasa gerak dan benda). Hal ini terkait dengan perkembangan kognitif anak, berkembangnya kemampuan anak dalam berimajinasi berarti, kognitifnya berkembang, selain bermanfaat bagi perkembangan kognitif, dongeng juga bermanfaat bagi perkembangan efektif, psikomotor, menanamkan norma, social dan agama. Anak akan mudah mengingat hal-hal yang dilihat dan didengar apalagi jika anak menyenangi apa yang dilihat dan didengarnya seperti melihat dan mendengar dongeng. Maka dari itu dalam menfasilitasi perkembangan kognitif anak guru harus melakukan strategi pembelajarang yang efektif yaitu salah satunya melalui mendongeng, keterampilan guru dalam mendongeng sangat dibutuhkan agar anak senang dan tujuan mendongengpun tercapai.
H. Saran
Hendaknya tidak hanya guru TK, guru tingkatan lainpun menyadari manfaat besar mendongeng bagi anak didiknya. Dalam melaksanakan strategi pembelajar ini guru harus meningkatkan keterampilan mendongeng, dengan mengikuti pelatihan-pelatihan mendongeng, sering membaca buku, dan latihan dirumah.

0 komentar:

Poskan Komentar