Pages

 

Rabu, 07 Maret 2012

DEFINISI KEMATANGAN KARIR

0 komentar

Super (Osipow, 1983:142) mengemukakan bahwa orang-orang bekerja keras untuk menerapkan konsep diri mereka dengan memilih untuk memasuki jabatan yang memungkinkan ia bisa mengekspresikan diri. Ini berarti kematangan karir ditentukan oleh konsep diri, yaitu pandangan individu tentang diri dan lingkungannya.
Super (dikutip Savickas, 2001, h.53) menjelaskan bahwa individu dikatakan matang atau siap untuk membuat keputusan karir jika pengetahuan yang dimilikinya untuk membuat keputusan karir didukung oleh informasi yang adekuat mengenai pekerjaan berdasarkan eksplorasi yang telah dilakukan. Kematangan karir pada suatu tahap berbeda dengan kematangan karir pada tahap lain.
Super (dikutip Savickas, 2001, h.52-53) mengemukakan empat aspek yang dapat digunakan untuk mengukur kematangan karir remaja, yaitu: perencanaan (kesadaran individu bahwa dirinya harus membuat pilihan pendidikan dan karir, serta mempersiapkan diri untuk membuat pilihan tersebut), eksplorasi (individu secara aktif menggunakan berbagai sumber untuk memperoleh informasi mengenai dunia kerja umumnya dan untuk memilih salah satu bidang pekerjaan khususnya), kompetensi informasional (kemampuan untuk menggunakan informasi tentang karir yang dimiliki untuk dirinya, serta mulai mengkristalisasikan pilihan pada bidang dan tingat pekerjaan tertentu), dan pengambilan keputusan (individu mengetahui apa saja yang harus dipertimbangkan dalam membuat pilihan pendidikan dan karir, kemudian membuat pilihan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan).
Super (dikutip Winkel, 2004, h.633) mendefinisikan kematangan karir sebagai keberhasilan individu untuk menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karir yang khas bagi tahap perkembangan tertentu. Tugas perkembangan karir yang harus diselesaikan oleh remaja adalah mengenal dan mampu membuat keputusan karir, memperoleh informasi yang relevan mengenai pekerjaan, kristalisasi konsep diri, serta dapat mengidentifikasi tingkat dan lapangan pekerjaan yang tepat (Super, dikutip Fuhrmann, 1990, h.443).

0 komentar:

Poskan Komentar